Owning Experience – Almost 5 Years “SI ITEM” HONDA PCX 150 CBU Thailand

Selamat pagi, siang, sore dan malam pembaca semua…

Kali ini saya akan mencoba berbagi pengalaman memiliki salah satu kendaraan yang sudah hampir 5 tahun wara-wiri mengantarkan saya kemana saja baik untuk aktifitas harian maupun sekali-sekali untuk turing.

Berawal dari kejenuhan dan kelelahan ketika menggunakan motor kopling untuk menembus kemacetan jakarta (new scorpio z yang ke-2 – silakan baca artikel saya sebelumnya), serta keinginan untuk kembali menggunakan motor matic untuk aktifitas harian, maka proses seleksi pun saya lakukan.

Targetnya adalah motor matic nyaman , antimainstream dan diutamakan yang berkonstruksi shock ganda.

 

Pilihan dalam kondisi baru (new – fresh from the oven) yang tersedia saat itu (2013) sangat terbatas, hanya ada hayate dari suzuki dan PCX 150 dari honda (itu pun dengan status CBU yang tentu saja membuat harga jualnya menjadi cukup mahal). Saya masukkan juga kandidat lain yang cukup menarik perhatian saya saat itu yaitu Vespa lx150.

Dengan mempertimbangkan beberapa faktor ditambah “intuisi” seadanya, akhirnya saya kuatkan tekat untuk memilih yang benar-benar antimaintstream menurut saya, honda PCX 150 CBU Thailand dengan kelir hitam yang terlihat mevvah.

Design

Dari sisi design tidak ada yang salah dengan motor ini, bahkan hal-hal detail seperti bagian chrome diatas headlamp dan dibawah stang serta bentuk lampu senja yang off-side seperti kumis lele menjadikannya tidak hanya mevvah namun juga unik di mata saya.

 

Material

Untuk kualitas material, tidak saya pungkiri memang cukup baik dan solid, terbukti tidak ada bagian-bagian motor yang menimbulkan bunyi2-an aneh ketika melewati jalanan jelek.

Diluar beberapa bagian body yang lecet karena kekejaman parkiran umum dan karena sempat “jatuh bego” 😉, untuk kualitas cat-nya dapat dikatakan baik karena sampai hari ini masih tetap terlihat kinclong, walaupun mungkin terdapat intervensi saya sebagai pemilik yang kadang suka “iseng” melakukan perawatan cat (untuk perawatan cat ini, akan saya usahakan ulas di artikel terpisah).

Ghelow.com -  Gonta ganti Motor antara Kebutuhan atau Keinginan

Impresi Berkendara

Mengendarai motor yang saya beri nama “Si Item” ini di awal-awal kepemilikan terasa jadi pusat perhatian sepanjang jalan (jadi artis dadakan), karena memang sepanjang pengamatan, populasi motor ini tidak begitu banyak saat itu.

Impresi berkendara yang saya rasakan paling menonjol dari motor ini sejak awal sampai saat ini adalah senyap, minim getaran dan “gleseer” (malah bikin ngantuk).

Untuk kekurangan paling menggangu yang saya rasakan adalah ketika sudah pemakaian beberapa lama muncul getaran bahkan sampai ke stang kemudi, baik pertama kali jalan saat motor baru dihidupkan maupun  di awal akselerasi setelah berhenti di lampu merah ataupun akibat kemacetan (gredek-gredek => kayaknya ini penyakit matic honda khususnya cc 125 dan cc150).

Biasanya yang saya lakukan kalau kondisi tersebut terjadi, saya bawa ke bengkel untuk dibersihkan area CVT nya dan diberi grease entah part apa namanya, masih di area CVT.

 

Part

Untuk part yang sudah mengalami penggantian hanya sebatas part yang habis pakai,  aki (accu), kampas rem dan ban.

Last…saat ini odometer “Si Item” memang belum terlalu banyak, sekitar 15rban dengan usia yang tidak muda lagi.

Meskipun banyak motor anyar kekinian yang diproduksi pabrikan saat ini, belum ada niatan untuk menggantinya dengan yang baru (belum bisa move on).

Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca tulisan ini dan mohon maaf jika ada kekurangan.

~ Jemmy ~

COMMENTS (1)

  • comment-avatar

    Lele mahal nih … kalah deh lele dumbo