Gonta ganti Motor antara Kebutuhan atau Keinginan

Assalamu’alaykum

Hallo semua,

saya mencoba berbagi pengalaman memiliki berbagai macam motor dari berbagai pabrikan dimana untuk memilikinya berdasarkan kebutuhan ataupun keinginan.

Oke langsung saja motor pertama saya adalah :

Yamaha Jupiter z (2003)

Motor ini saya beli karena liat iklan komeng di televisi, motor ini harganya 12 juta koma sekian, beli  motor ini karena kebutuhan, kebetulan kondisi baru nikah harus lebih mobile  setelah sebelumnya selalu gantian menggunakan motor andalan  keluarga supra 97. Setelah kebutuhan terpenuhi munculah keinginan punya motor yang ga standar “pabrikan”, jadilah si jupiz ini ganti striping, ganti knalpot, ganti velg, cdi dan koil racing ikutan nemplok di motor ini, ga tau kenapa kepikiran kalo motor ini lebih keren kalo modifnya racing. Waktu itu masih musim roadrace dimana Jupiter Z ini andalan Yamaha untuk ngelawan shogun yang terkenal dari pabrikan Suzuki.

Kesan pemakaian  : tampilan racing, handling enak buat rebah rebah ala ala road race. Motor ini sudah pernah turing ke Bandung dan Jogya.

Ini penampakan waktu turing ke Jogya

 

Setelah itu masuklah saya menjadi homosek = hobi motor seken. Setelah turing Jogya mulai ada kenginan punya motor “batangan”.  5 tahun pemakaian Jupiter Z akhirnya terjual, setelah mencari akhirnya pilihan salah satu motor yang ada di foto atas dan menjadi motor kedua saya.

 

Honda Megapro (2008)

Motor megapro ini lahirnya tahun 2005 kalau tidak salah. Motor ini saya tebus 10 juta, di modif ala turing pakai hand guard, koil racing, ganti per kopling. Dengan megapro ini sudah saya pernah turing ke ciwideuy.

Kesan pemakaian : jok panjang (buat bonceng anak 1 dan istri tidak masalah) plus box kappa k42 yang terpasang bisa bawa barang bawaan agak banyak, kopling agak keras (apalagi setelah ganti per kopling).

Scorpio Z (2009)

Ga beda dengan megapro, scorpio z ini saya pinang dari teman turing waktu di jogya (foto pertama), dengan barter uang sebesar 12 juta koma sekian motor ini pindah tangan. Kenapa beli motor ini ?? kepincut karena motor ini masih kinclong terus modelnya ga ketinggalan zaman. Sampai sekarang pun masih senang liat di jalan scorpio z velg jari jari dibalut ban lebar. Bersama saya scorpio z ini sudah sampai ke pangandaran. Setelah modif ke velg palang+ban lebar eehh.. malah di jual.

Kesan pemakaian : keren (saingan dengan Tiger pada zamannya), torsi besar, relative aman saat melewati banjir, getaran motor terasa sekali.

Kymco Trend SR (2010)

Motor keluaran taun 2006 ini saya beli 8 juta dapat dari komunitas kymco yang aktif di kymco.or.id (sekarang sudah ga aktif webnya, pindah ke Facebook). Untuk motor buatan luar (Taiwan) harga bekasnya terlihat mahal, memang karena harganya barunya adalah 16 juta, wow kan ?? banyak yang heran motor cina tapi mahal..motor ini memehuni kebutuhan keluarga saya untuk mobile. Beli motor ini karena merasa sudah ga pernah turing lagi … ternyata salah Kymco TSR ini pernah di bawa turing ke kawah drajat (garut), curug cipamingkis (jonggol) dan kawah ratu (sukabumi).

Ghelow.com -  Kabel gas ada dua

Kesan pemakaian : motor keren ga pasaran banyak yang ngeliatin kalo di lampu merah, di spido meter ada tachometer (versi LE malah sudah digital), dek paling lebar bisa selonjoran (angkut beras, galon no problem), bagasi sangat besar (banyak yang bilang bisa mandiin bayi), tarikan motor halus, getaran motor sangat minim (jujur ini motor paling halus yang saya punya), kekurangannya hanya di jaringan after salesnya saja.

Suzuki Skywave (2012)

Motor ini saya tebus setelah menjual kymco trend sr seharga 6 jutaan saja, dikarenakan anak kedua saya mulai besar space jok kymco trend sr tidak mencukupi, pilihan antara skywavenya Suzuki dan nouvonya Yamaha, akhirnya skywave yang dipilih karena harga nouvo “menggila”. Hasil jualan kymco masih ada kembalian 2 jutaan karena kymco saya terjual 8 juta, walopun secara akomodasi harusnya cukup, ternyata skywave masih kurang dan nemploklah top box givi e20., sisanya upraged mesin (seumur umur punya motor baru kali itu berani modif mesin) biar tarikan bawah dan atas tetap OK, karena skywave dan hayate terkenal lemot untuk rpm bawah. Motor seken ini yang paling favorit buat saya kenapa ?? Insya Allah akan di bahas di artikel khusus.

Kesan pemakaian : jok empuk, buat akomodasi sangat bagus (bisa buat 4 orang), durability mantap, model keren, bengkel resmi makin lama makin sedikit seiring dealer banyak yang tutup.

Suzuki Address (2017)

Skywave harus tergantikan oleh Address dikarenakan lupa diri untuk bayar pajak dan balik nama selama 5 tahun lamanya, jangan di tiru !!! kecuali kalua ada niat ganti motor hehehehe…

Hasil pencarian di situs jual beli dapatlah address ini dengan harga 8 juta tahun 2016 tapi km sudah 19 ribuan. Sebelumya ada pilihan honda spacy yang  fungsionalitasnya sama hanya saja address ini lebih baru dan dari segi model lebih bisa di terima hati saya.

Kesan pemakaian : getaran minim, bagasi luas, kapasitas bensin banyak (5 literan), irit, jok aga tipis, sering mentok polisi tidur

 

sebelum address ini sebenarnya sempat punya New Scorpio Z dimana banyak yang tidak suka, tapi hanya sebentar saja (tidak sampai setahun).  Setelah sekian kali ganti motor, Bagaimana selanjutnya ?? apakah address ini akan tergantikan juga ?? karena yang dirasa saat ini seperti kurang besar untuk keperluan sehari hari (maklum sering tenak teri = anter anak dan istri) atau malah nambah tunggangan buat nemenin si address ini, namun apakah akan tetap menjadi homosek (hobi motor seken) atau ?? yaah liat saja nanti…

Oke sekian dulu pengalaman saya.

Wassalamu’alaykum

-AK-

COMMENTS (4)

  • comment-avatar

    What next?
    😉

  • comment-avatar
    Royben May 4, 2018

    Kita tunggu Saja, bang jems… Nextnya PCX or XMax… aamiin

  • comment-avatar

    soal kenyamanan kymco juaranya lah.. sayang ga bikin produk baru buat ngelawan motor jepang jaman now

  • comment-avatar

    […] saya akan berbagi pengalaman mengenai Suzuki Skywave saya, yang pernah di sebutkan dalam artikel ini. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya bahwa motor ini saya beli setelah menjual motor ternyaman […]